Agen Judi Bola Terbaik dan Terpercaya – Berikut ini adalah alasan kuat kenapa tim Der Panzer Jerman Juara Piala Dunia lagi untuk yang kelima kalinya pada gelaran di Rusia nanti.

5 Alasan Kuat Jerman Juara Piala Dunia 2018

jerman juara piala dunia 2018

Unsur low

Löw sudah membawa Jerman ke lima turnamen besar: UEFA EURO 2008, Piala Dunia FIFA 2010, UEFA EURO 2012, Piala Dunia FIFA 2014 dan UEFA EURO 2016. Dalam setiap turnamen, Die Nationalmannschaft sudah menempuh setidaknya semi final, memenangkan Piala Dunia di Brasil pada tahun 2014 dan mengatasi runner-up ke Spanyol pada tahun 2008. Ini tak seperti Jerman mempunyai lari simpel ke empat terakhir, bagus. Pada tahun 2010 sisi Löw menaklukkan Inggris dan Argentina sebelum keluar semifinal ke Spanyol, pada tahun 2012 mereka menduduki puncak grup yang berisi Portugal, Denmark dan Belanda, sementara pada tahun 2014 mereka memenangkan sekelompok kematian dengan Portugal, AS dan Ghana. Ini: kalau Löw yakni pelatih Anda, Anda mempunyai kans 25 persen untuk memenangkan turnamen.

Mereka Adalah Juaranya

Sesudah Jerman menempuh ke empat besar, ada sejumlah besar turnamen cerdas dalam jajaran bangsa. Sebagai pemegang dikala ini, Die Mannschaft tahu persis apa yang dibutuhkan untuk memenangkan turnamen, dan sementara tak ada bangsa yang berhasil mempertahankan trofi sejak Brasil pada tahun 1962, Jerman bisa dibayangkan mengirimkan delapan pemula (termasuk Manuel Neuer, Mats Hummels, Jerome Boateng dan Thomas Müller, semuanya bermain bersama untuk Bayern Muenchen di tahapan klub) dari final Bandar Bola Piala Dunia 2018 untuk perlombaan pembuka mereka di Rusia. Selain itu, klub-klub Bundesliga – seperti Bayern – lebih kerap ketimbang tak menempuh tahap terakhir di tahapan atas sepakbola kontinental, para pemain Löw yang mungkin secara teratur mengambil pengalaman permainan dan memenangkan trofi yang sangat berharga.

Turnamen Specialist

Löw itu bisa mengirim delapan starter dari final 2014 (Toni Kroos, Mesut Özil, Christoph Kramer dan Benedikt Höwedes yakni empat lainnya) menggarisbawahi kekayaan pengalaman turnamen di jajaran Jerman. Bukan cuma di tingkat atas, juga; ansambel eksperimental mengangkat Piala Konfederasi FIFA di Rusia musim panas lalu, sementara junior memenangkan Kejuaraan Eropa U-21 UEFA. Berlaku di turnamen besar yakni seputar mengelola keadaan dalam permainan ketat seperti memainkan sepakbola yang gemilang; selalu sisi yang konsisten tenang dikala akan menjadi sulit keluar di atas. Dengan segala keahlian turnamen itu – pun di turnamen buah hati muda – unit Löw nampak bagus: klise lama Gary Lineker bahwa sepak bola yakni 22 orang berlarian sesudah bola dan pada alhasil Jerman menang mempunyai banyak kaki.

Kekuatan Secara menyeluruh

Pengalaman itu – Löw mengambil skuad eksperimental ke Piala Konfederasi dan para pemain muda yang berlaku di EURO musim panas lalu – sudah diterjemahkan ke dalam skuad tak tertandingi. Tak ada negara lain yang menawarkan banyak alternatif seperti Jerman, yang bisa memilih tak kurang dari empat starting XI yang terpisah untuk turnamen. Sayangnya, pelatih berusia 57 tahun itu cuma diperkenankan membawa 23 pemain – tiga di antaranya akan menjadi penjaga gawang – dan memilih regu yang seimbang dari rasa malunya akan kekayaan yakni tantangan pra-turnamen utama Löw. Untuk UEFA EURO 2016, dia meninggalkan Marco Reus, Julian Brandt, Sebastian Rudy, dan Karim Bellarabi – yang akan membolos kali ini?

Bandar Pemain Muda Bertalenta

Kedalaman skuad Jerman yang luar awam sudah dilengkapi dengan suntikan kaki segar. Dari sisi pemenang Piala Dunia 2014, Bastian Schweinsteiger, Per Mertesacker, Miroslav Klose dan Philipp Lahm sudah pensiun, dengan Joshua Kimmich, Timo Werner, Leon Goretzka, Leroy Sane, Brandt dan Niklas Süle di antara mereka yang mengunyah sedikit untuk mengisi jumlah mereka yang cukup besar. sepatu bot. Menggabungkan impian buah hati-buah hati muda untuk mengesankan dengan kepala berpengalaman yang diceritakan di atas bisa menjadi resep untuk kemenangan global lainnya.